Sabtu, 10 Juli 2021

GAMBARAN UMUM PROFESI BISNIS PADA TANGGUNGJAWAB MORAL, SOSIAL BISNIS DAN LINGKUNGAN

 

Pengertian Etika

            Etika (Yunani kuno :”ethikos”. yaitu “timbul dari kebiasaan” ) adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabag utama filsafat yang memepelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi yang  mengenai standard dan penilain moral.Etika yaitu kebiasaan/adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, cara berpikir seseorang untuk melaksanakan bisnis. Etika bisnis merupakan etika dalam pelaksanakan bisnis dan  dengan adanya etika bisnis maka pelaksanaan bisnis atau usaha yang kita kerjakan akan lebih mengarah ke bisnis yang lebih baik tanpa  adanya kecurangan yang dapat merugikan orang lain.

Dengan adanya etika bisnis maka setiap orang akan  lebih berfikir bahwa   Kehidupan lintas generasi terus berganti seiring dengan perkembangan manusia dan kebudayaan manusia. Maka tatanan hidup pun mulai berevolusi.Banyaknya kebudayaan dan percampuran kebudayaan dalam kehidupan kita banyak mempengaruhi etika kehidupan.

   Pengertian Etika Profesi

Etika profesi adalah sikap etis sebagai bagian integral dari sikap hidup dalam menjalankan kehidupan sebagai pengemban profesi

Prinsip dasar di dalam etika profesi :

1.      Tanggung jawab

·         Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.

·         Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya.

2.      Keadilan.

3.      Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.

4.      Prinsip Kompetensi, melaksanakan pekerjaan sesuai jasa profesionalnya, kompetensi dan ketekunan

5.      Prinsip Prilaku Profesional, berprilaku konsisten dengan reputasi profesi

6.      Prinsip Kerahasiaan, menghormati kerahasiaan informasi

 

Karakteristik profesi bisnis

Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu :

a.       Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.

b.      Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.

c.       Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.

d.      Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.

e.       Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.

 

Beberapa karakteristik umum yang dianggap harus dimiliki suatu proses bisnis adalah:

a.       Definitif, Suatu proses bisnis harus memiliki batasan, masukan, serta keluaran yang jelas.

b.      Urutan, Suatu proses bisnis harus terdiri aktivitas yang berurut sesuai waktu dan ruang.

c.       Pelanggan, Suatu proses bisnis harus mempunyai penerima hasil proses.

d.      Nilai tambah, Transformasi yang terjadi harus memberikan nilai tambah pada penerima.

e.       Keterkaitan, Suatu proses tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus terkait dalam suatu struktur organisasi

 

  Pengertian Pelaku Bisnis

Pengertian pelaku usaha menurut Undang-Undang Perlindungan Konsumen yang terdapat dalam pasal 1 angka 3 yaitu : “Setiap orang perseorang atau badan usaha, baik berbadan hukum maupun bukan badan hukum yang didirikan dan berkedudukan ataumelakukan kegiatan dalam wilayah hukum Negra Republik Indonesia, sendiri maupunbersama-sama melalui perjanjian menyelengarakan kegiatan usaha dalam berbagai bidangekonomi.”

Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah :

1.      Pengendalian Diri.

Pelaku-pelaku bisnis dan pihak yang terkait mampu mengendalikan diri mereka masing-masing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun.

2.      Pengembangan Tanggung Jawab Sosial.

Pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab masyarakat sekitarnya.  Tanggung jawab sosial bisa dalam bentuk kepedulian terhadap masyarakat, terutama dalam hal pendidikan, kesehatan, pemberian pelatihan keterampilan, dan lain sebagainya.

3.      Mempertahankan Jati Diri dan Tidak Mudah Terombang-ambing oleh Pesatnya Perkembangan TI.Bukan berarti etika bisnis anti pekembangan informasi dan terknologi, tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk kepentingan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi.

4.      Menciptakan Persaingan yang Sehat.

Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas, tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah, dan sebaliknya harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah kebawah, sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya.

5.      Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”

Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang, tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan dimasa mendatang.

 

6.      Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi).

Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini, kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi, manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara.

7.      Menyatakan yang benar itu benar

8.      Menumbuhkan sikap saling percaya

9.      Konsekuen dan Konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama.

 

Tanggung Jawab Moral dan Sosial Bisnis

                   Tanggung jawab perusahaan adalah tindakan dan kebijakan perusahaan dalam berinteraksi yang didasarkan pada etika. secara umum etika dipahami sebagai aturan tentang prinsip dan nilai moral yang mengarahkan perilaku sesorang atau kelompok masyarakat mengenai baik atau buruk dalam pengambilan keputusan.

Terdapat 3 pendekatan dalam pembentukan tanggung jawab social:

a.       pendekatan moral yaitu tindakan yang didasrkanpada prinsip kesatuan

b.      pendekatan kepentingan bersama yaitu bahwa kebijakanmoral harus didasarkan pada standar kebersamaan, kewajaran dan kebebasan yang bertanggung jawab

c.       kebijakan bermanfaat adalh tanggup jawab social yang didasarkan pada nilai apa yang dilakukan perusahaan menghasilakn manfaat besar bagi pihak berkepentuingan secara adil.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SISTEM INFORMASI DAN RISET PEMASARAN GLOBAL SISTEM INFORMASI

  SISTEM INFORMASI DAN RISET PEMASARAN GLOBAL SISTEM INFORMASI   PENGERTIAN SISTEM  INFORMASI                Sistem   Informasi  (SI...