Pengertian
Etika
Etika (Yunani kuno :”ethikos”.
yaitu “timbul dari kebiasaan” ) adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana
cabag utama filsafat yang memepelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi
yang mengenai standard dan penilain
moral.Etika yaitu kebiasaan/adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, cara berpikir
seseorang untuk melaksanakan bisnis. Etika bisnis merupakan etika dalam
pelaksanakan bisnis dan dengan adanya
etika bisnis maka pelaksanaan bisnis atau usaha yang kita kerjakan akan lebih
mengarah ke bisnis yang lebih baik tanpa
adanya kecurangan yang dapat merugikan orang lain.
Dengan
adanya etika bisnis maka setiap orang akan
lebih berfikir bahwa Kehidupan
lintas generasi terus berganti seiring dengan perkembangan manusia dan
kebudayaan manusia. Maka tatanan hidup pun mulai berevolusi.Banyaknya
kebudayaan dan percampuran kebudayaan dalam kehidupan kita banyak mempengaruhi
etika kehidupan.
Pengertian Etika Profesi
Etika
profesi adalah sikap etis sebagai bagian integral dari sikap hidup dalam
menjalankan kehidupan sebagai pengemban profesi
Prinsip
dasar di dalam etika profesi :
1. Tanggung jawab
· Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan
terhadap hasilnya.
· Terhadap dampak dari profesi itu untuk
kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya.
2. Keadilan.
3. Prinsip ini menuntut kita untuk
memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.
4. Prinsip Kompetensi, melaksanakan
pekerjaan sesuai jasa profesionalnya, kompetensi dan ketekunan
5. Prinsip Prilaku Profesional, berprilaku
konsisten dengan reputasi profesi
6. Prinsip Kerahasiaan, menghormati
kerahasiaan informasi
Karakteristik
profesi bisnis
Secara
umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu :
a. Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya
keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan
pengalaman yang bertahun-tahun.
b. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat
tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada
kode etik profesi.
c. Mengabdi pada kepentingan masyarakat,
artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah
kepentingan masyarakat.
d. Ada izin khusus untuk menjalankan suatu
profesi. Setiap profesi selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana
nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan
sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin
khusus.
e. Kaum profesional biasanya menjadi
anggota dari suatu profesi.
Beberapa
karakteristik umum yang dianggap harus dimiliki suatu proses bisnis adalah:
a. Definitif, Suatu proses bisnis harus
memiliki batasan, masukan, serta keluaran yang jelas.
b. Urutan, Suatu proses bisnis harus terdiri
aktivitas yang berurut sesuai waktu dan ruang.
c. Pelanggan, Suatu proses bisnis harus
mempunyai penerima hasil proses.
d. Nilai tambah, Transformasi yang terjadi
harus memberikan nilai tambah pada penerima.
e. Keterkaitan, Suatu proses tidak dapat
berdiri sendiri, melainkan harus terkait dalam suatu struktur organisasi
Pengertian Pelaku Bisnis
Pengertian
pelaku usaha menurut Undang-Undang Perlindungan Konsumen yang terdapat dalam
pasal 1 angka 3 yaitu : “Setiap orang perseorang atau badan usaha, baik
berbadan hukum maupun bukan badan hukum yang didirikan dan berkedudukan
ataumelakukan kegiatan dalam wilayah hukum Negra Republik Indonesia, sendiri
maupunbersama-sama melalui perjanjian menyelengarakan kegiatan usaha dalam
berbagai bidangekonomi.”
Dalam
menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain
adalah :
1. Pengendalian Diri.
Pelaku-pelaku
bisnis dan pihak yang terkait mampu mengendalikan diri mereka masing-masing
untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun.
2. Pengembangan Tanggung Jawab Sosial.
Pelaku
bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab
masyarakat sekitarnya. Tanggung jawab
sosial bisa dalam bentuk kepedulian terhadap masyarakat, terutama dalam hal
pendidikan, kesehatan, pemberian pelatihan keterampilan, dan lain sebagainya.
3. Mempertahankan Jati Diri dan Tidak Mudah
Terombang-ambing oleh Pesatnya Perkembangan TI.Bukan berarti etika bisnis anti
pekembangan informasi dan terknologi, tetapi informasi dan teknologi itu harus
dimanfaatkan untuk kepentingan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak
kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan
teknologi.
4. Menciptakan Persaingan yang Sehat.
Persaingan
dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas, tetapi
persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah, dan sebaliknya harus terdapat
jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah kebawah,
sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar mampu memberikan spread effect
terhadap perkembangan sekitarnya.
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
Dunia
bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang, tetapi
perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan dimasa mendatang.
6. Menghindari sifat 5K (Katabelece,
Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi).
Jika
pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini, kita yakin tidak akan
terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi, manipulasi dan segala bentuk
permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan
nama bangsa dan negara.
7. Menyatakan yang benar itu benar
8. Menumbuhkan sikap saling percaya
9. Konsekuen dan Konsisten dengan aturan
main yang telah disepakati bersama.
Tanggung
Jawab Moral dan Sosial Bisnis
Tanggung jawab perusahaan
adalah tindakan dan kebijakan perusahaan dalam berinteraksi yang didasarkan
pada etika. secara umum etika dipahami sebagai aturan tentang prinsip dan nilai
moral yang mengarahkan perilaku sesorang atau kelompok masyarakat mengenai baik
atau buruk dalam pengambilan keputusan.
Terdapat
3 pendekatan dalam pembentukan tanggung jawab social:
a. pendekatan moral yaitu tindakan yang
didasrkanpada prinsip kesatuan
b. pendekatan kepentingan bersama yaitu
bahwa kebijakanmoral harus didasarkan pada standar kebersamaan, kewajaran dan
kebebasan yang bertanggung jawab
c. kebijakan bermanfaat adalh tanggup jawab
social yang didasarkan pada nilai apa yang dilakukan perusahaan menghasilakn
manfaat besar bagi pihak berkepentuingan secara adil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar